Cover buku ajar SMA/MA Belajar Tasawuf dari Ulama Aceh
Meulaboh, 1 Agustus 2026
Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Dua mahasiswa Semester VI, Ruslan dan Dede Ferdikaandin, berhasil menjadi bagian dari tim penulis buku kolaborasi berjudul Buku Bahan Ajar Siswa SMA/MA: Belajar Tasawuf dari Ulama Aceh ke Budaya Nusantara. Topik yang diulas keduanya dalam buku tersebut adalah tentang Karangan Ulama Syekh Hamzah Fansuri.
Buku tersebut merupakan hasil kolaborasi akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai institusi. Penyusunannya diprakarsai oleh Institute for Singkel Research on Adat and Culture (ISRAC) melalui dukungan Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan diterbitkan oleh Zahir Publishing sebagai bahan ajar bagi siswa SMA/MA.
Mengangkat kekayaan intelektual Islam Nusantara, buku ini menyajikan pembahasan mengenai pemikiran ulama-ulama besar Aceh, seperti Hamzah Fansuri, Syekh Abdurrauf as-Singkily, dan Nuruddin ar-Raniry, beserta kontribusinya terhadap perkembangan tasawuf, pendidikan, kebudayaan, dan kehidupan sosial masyarakat. Selain itu, buku ini juga mengulas manuskrip Islam klasik, jaringan keilmuan Nusantara, hingga relevansi nilai-nilai tasawuf dalam menjawab tantangan kehidupan kontemporer.
Keterlibatan Ruslan dan Dede Ferdikaandin dalam penyusunan buku tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Prodi PMI tidak hanya aktif mengikuti perkuliahan, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan literasi akademik. Capaian ini sekaligus menunjukkan tumbuhnya budaya menulis dan semangat kolaborasi ilmiah di kalangan mahasiswa.
Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Reni Kumalasari, M.A., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih kedua mahasiswanya. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam penulisan buku merupakan pengalaman akademik yang sangat berharga sekaligus menjadi indikator berkembangnya kapasitas intelektual mahasiswa.
“Kami mengapresiasi kontribusi Ruslan dan Dede Ferdikaandin dalam penulisan buku ini. Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa mahasiswa PMI memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dalam karya ilmiah sejak masih menempuh pendidikan. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya agar semakin aktif menulis, meneliti, dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Reni.
Ia menambahkan bahwa Prodi PMI terus berkomitmen membangun budaya akademik yang produktif melalui berbagai kegiatan penelitian, publikasi, dan kolaborasi dengan lembaga riset maupun komunitas keilmuan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Prestasi ini semakin memperkuat komitmen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dalam mendorong lahirnya generasi akademisi muda yang produktif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap pengembangan khazanah intelektual Islam serta pembangunan masyarakat Indonesia.