Gus Abid Muaffan menyampaikan Kuliah Umum
Aceh Barat, 6 Mei 2026
Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menggelar Kuliah Umum spesial dengan menghadirkan Gus Abid Muaffan sebagai pemateri utama. Kegiatan yang berfokus pada khazanah keilmuan lokal ini berlangsung khidmat di Aula Gedung Dakwah dan Komunikasi Islam, Rabu (6/5).
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam, Ramli, M.Ag. Dalam sambutannya, Ramli menekankan bahwa tema mengenai kajian Al-Qur’an di Nusantara sangat krusial bagi pengembangan akademik kampus.
“Kegiatan ini sangat mendukung perumusan visi dan misi Prodi IAT STAIN Meulaboh yang berbasis pada studi Quran di Nusantara. Kita ingin mahasiswa memiliki kedalaman ilmu yang berakar pada sejarah dan tradisi lokal,” ujar Ramli yang juga merupakan Direktur Fanshur Institute tersebut
Senada dengan hal tersebut, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh turut menyampaikan dukungannya. Pihak kampus berkomitmen untuk terus memfasilitasi kajian-kajian strategis yang mampu memperkuat kapasitas keilmuan mahasiswa serta memperluas wawasan akademik dosen.
Menelusuri Jejak Sanad Qira’at Ulama Nusantara
Dalam pemaparannya, Gus Abid Muaffan menyoroti kekosongan literasi mengenai sanad qira’at yang berkaitan dengan ulama-ulama di tanah air. Padahal, menurutnya, Tanah Jawi (wilayah Melayu-Nusantara) telah melahirkan ulama-ulama besar yang diakui dunia, baik yang mengajar di Timur Tengah maupun yang berdakwah di dalam negeri.
“Jarang sekali ada kajian mendalam mengenai sanad qira’at Al-Qur’an yang menghubungkan langsung dengan ulama Nusantara. Salah satu bukti kebesaran itu adalah Syekh Abdurauf As-Singkili dengan kitab fenomenalnya, Turjuman Al Mustafid. Dalam kitab tersebut, beliau secara detail turut membahas mengenai sanad qira’at,” jelas Gus Abid.
Kuliah umum ini dipandu langsung oleh Ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir , Muhammad Faisal, M.TH, selaku moderator. Ia mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas kehadiran Gus Abid yang memberikan perspektif baru bagi para mahasiswa. Melalui kegiatan ini, Muhammad Faisal mengharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teks Al-Qur’an secara teoretis, tetapi juga mampu menghargai dan melestarikan warisan intelektual para ulama Nusantara dalam menjaga kemurnian bacaan dan mengasah intelektualitas berbasis Al-Qur’an.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat dan akademisi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, di antaranya: Hendra SH (Kaprodi PAI), Triansyah Fisa (Sekprodi IAT) dan Sumardi Efendi (Sekprodi HPI) serta Jovial Pally Taran, MA