Tim pengabdian Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh bersama siswa SMA Negeri 2 Meureubo
Meureubo, Aceh Barat (23/09/2026) -Bagi pelajar sekolah menengah, mengelola uang bukan lagi sekadar soal menghabiskan uang jajan sebelum pulang. Di usia ketika pilihan konsumsi semakin beragam dan transaksi digital semakin dekat, kemampuan membuat keputusan tentang uang menjadi bagian dari kecakapan hidup.
Persoalan itulah yang dibawa Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh ke SMA Negeri 2 Meureubo, Aceh Barat, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Financial Planning for Students: Membangun Kebiasaan Mengelola Keuangan Sejak Dini Berbasis Ekonomi Islam”.
Kegiatan ini tidak menempatkan literasi keuangan sebagai materi yang jauh dari keseharian siswa. Sebaliknya, pembahasan diarahkan pada hal-hal yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari: bagaimana merencanakan penggunaan uang, bertransaksi secara bijak, menghadapi dorongan mengikuti tren, hingga mengenali risiko aktivitas finansial digital.
Kepala SMA Negeri 2 Meureubo, Fauziah, S.Pd., M.M., M.Pd., memandang kegiatan ini sebagai agenda penting dalam mewujudkan siswa cerdas finansial “Perencanaan keuangan tidak dilakukan ketika sudah punya banyak uang, tetapi dari uang yang sedikit kebiasaan tersebut ditumbuhkan” ujarnya (23/09/2026). Koordinasi Waka Kesiswaan dan kehadiran semua elemen guru memperlihatkan bahwa kegiatan pembentukan kebiasaan finansial dapat ditempatkan sebagai bagian dari pembelajaran yang relevan dengan kehidupan siswa.

Penyampaian materi “Financial Planning untuk Pelajar: Cerdas Mengelola Uang Sejak Dini”.
Lima materi disusun untuk membawa siswa melihat persoalan keuangan dari beberapa sisi. Yoni Hendrawan, M.E. mengawali dengan “Mengenal Ekonomi Islam dalam Kehidupan Sehari-hari”, sebuah pembahasan yang menempatkan prinsip ekonomi Islam dalam keputusan-keputusan ekonomi yang sederhana sekalipun.
Muflihatul Fauza, M.E. kemudian membahas “Financial Planning untuk Pelajar: Cerdas Mengelola Uang Sejak Dini”. Fokusnya adalah membangun kebiasaan merencanakan, mengatur, dan menggunakan uang secara sadar sejak masih menjadi pelajar.
Dunia digital menjadi pembahasan berikutnya melalui materi “Smart Transaction: Bijak Bertransaksi di Era Digital” yang disampaikan Cut Nova Rianda, M.A. Siswa diperkenalkan pada pentingnya bersikap cermat ketika berhadapan dengan transaksi dan layanan keuangan berbasis digital.
Sementara itu, Darlin Rizki, M.A. membawa diskusi ke wilayah gaya hidup melalui materi “FOMO, Flexing & Fulus: Bijak Mengelola Gaya Hidup dalam Perspektif Ekonomi Islam”. FOMO, keinginan untuk mengikuti tren, dan kebiasaan menunjukkan apa yang dimiliki dibahas sebagai bagian dari keputusan ekonomi yang perlu disadari.
Materi kemudian ditutup dengan pembahasan “Generasi Cerdas dan Sadar Hukum: Kenali Risiko Pinjaman Online dan Judi Online” oleh Ida Rahma, M.H. Pesannya sederhana tetapi penting: kecakapan mengelola keuangan perlu berjalan beriringan dengan kesadaran terhadap risiko dan konsekuensi hukum.
Bagi Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, pendidikan finansial tidak cukup berhenti pada kemampuan menghitung pemasukan dan pengeluaran. Ada dimensi nilai di dalamnya: membedakan kebutuhan dan keinginan, mempertimbangkan manfaat, menghindari perilaku berlebihan, serta memahami konsekuensi dari setiap keputusan ekonomi.
Karena itu, financial planning bagi pelajar diposisikan bukan sebagai pelajaran tentang bagaimana menjadi kaya, melainkan bagaimana membangun kebiasaan mengambil keputusan yang lebih sadar terhadap uang.
Uang yang dikelola hari ini mungkin jumlahnya kecil. Namun, kebiasaan yang terbentuk dari uang kecil itu dapat menjadi bekal ketika tanggung jawab finansial mereka kelak menjadi jauh lebih besar.
TIM PELAKSANA
- Muflihatul Fauza, M.E.
- Darlin Rizki, M.A.
- Cut Nova Rianda, M.A.
- Ida Rahma, M.H.
Yoni Hendrawan, M.E.